Abstract
Tulisan ini membahas mengenai Pergeseran pengawasan era kontemporer mengarahkan masyarakat menuju pembentukan disiplin digital berbasis kalkulasi algoritma. Bagaimana otomatisasi sistem mengubah ruang privat individu menjadi wahana pemantauan tanpa henti? Ketidaktampakan sumber kekuasaan memaksa pengguna internet melakukan penyensoran mandiri terhadap pola pikir serta ekspresi harian secara konsisten. Internalisasi kepatuhan bertumpu pada konstruksi pengetahuan akademis yang dihimpun dari profil rekam jejak digital. Pengumpulan data skala besar memilah populasi ke dalam kategori prediktif yang menentukan akses ekonomi maupun hak politik. Penjara panoptik modern merayap masuk ke ranah domestik via perangkat pintar, melenyapkan batas tegas antara kehidupan publik dan pribadi. Asimetri kekuasaan antara penyedia platform digital dan masyarakat konsumen memicu bentuk ketidakadilan struktural baru. Perlawanan terhadap rezim data justru memperkaya himpunan data baru yang dipelajari mesin kecerdasan buatan. Pembebasan dari cengkeraman sistem menuntut kedaulatan data serta pembongkaran arsitektur algoritma yang tertutup. Transformasi kekuasaan ini menuntut kedewasaan kritis masyarakat luas agar kebebasan individu tidak tergerus oleh ilusi kenyamanan teknologi modern.
Keywords
References
- Couldry, N., & Mejias, U. A. (2019). The costs of connection: How data is colonizing human life and appropriating it for capitalism. Stanford University Press.
- Deleuze, G. (1992). Postscript on the societies of control. October, 59, 3–7.
- Foucault, M. (1975). Surveiller et punir: Naissance de la prison. Éditions Gallimard.
- Han, B.-C. (2014). Psychopolitics: Neoliberalism and new technologies of power. Verso Books.
- Zuboff, S. (2019). The age of surveillance capitalism: The fight for a human future at the new frontier of power. PublicAffairs.