Abstract
Bahasa sering kali kita anggap hanya sebagai sebuah medium netral, seo͏lah-olah dia cuma menyalurkan pemikiran. Padahal, struktur bahasa itu sendiri mencerminkan bag͏aimana suatu masyarakat memahami dunia di sekitar mereka. Tulisan ini mencoba untuk meneliti bagaimana realitas digambarkan dalam kode-kode linguistik, memakai pendekatan yang gabungan dari beberapa disiplin ilmu. Ini termasuk relativitas kognitif, analisis wac͏ana yang kritis, dan juga semantik budaya.
Dari penelusuran secara teoritis, kami menemukan bahwa kategori-kategori gramatikal dan pilihan kata yang kita gunakan itu tidak hanya mencerminkan pengalaman dari luar saja. Tetapi, mereka juga aktif dalam membentuk kerangka bagaimana kita melihat sesuatu, bagaimana emosi diungkapkan, dan dinamika kekuasaan dalam masyarakat. Dengan kita menguraikan bagaimana struktur bahasa itu membatasi dan membentuk pola pikir, penelitian ini menekankan bahwa realitas sosial merupakan hasil dari negosiasi simbolik yang sudah dibakukan secara kolektif.
Kehadiran bahasa sebagai pembentuk realitas ini memberikan wawasan yang penting mengenai peran dari representasi simbolik. Dalam hal mempertahankan, atau bahkan mengubah, tatanan kehidupan manusia.
Keywords
References
- Austin, J. L. (1962). How to do things with words. Oxford University Press.
- Berger, P. L., & Luckmann, T. (1966). The social construction of reality. Anchor Books.
- Fairclough, N. (1992). Discourse and social change. Polity Press.
- Searle, J. R. (1969). Speech acts. Cambridge University Press.
- Whorf, B. L. (1956). Language, thought, and reality. MIT Press.