Abstrak

 

Wilhelm

Wilhelm Dilthey adalah salah satu tokoh penting dalam filsafat modern Jerman yang berusaha membangun dasar pengetahuan bagi ilmu-ilmu kemanusiaan. Ia hidup pada masa ketika ilmu

alam berkembang pesat, terutama pada abad ke-19, sehingga banyak

pemikir mulai mencari cara yang lebih tepat untuk memahami manusia dan kehidupannya. Dalam karyanya Einleitung in die Geisteswissenschaften, Dilthey menjelaskan bahwa kajian tentang manusia perlu berangkat dari pengalaman hidup atau Leben, karena manusia selalu hidup

dalam sejarah, memiliki kesadaran, nilai, perasaan, dan makna. Dari pengalaman hidup inilah manusia membentuk berbagai ekspresi kehidupan,

seperti budaya, agama, hukum, seni, dan kehidupan sosial. Karena itu,

Dilthey mengembangkan konsep Geisteswissenschaften atau ilmu-ilmu

kemanusiaan sebagai bidang pengetahuan yang bertugas memahami kehidupan manusia melalui sejarah dan berbagai bentuk kebudayaannya.

Bagi Dilthey, tugas ilmu-ilmu kemanusiaan bukan hanya menjelaskan

peristiwa, tetapi juga memahami makna yang ada di balik pengalaman

dan tindakan manusia, yang ia sebut sebagai verstehen (Dilthey, 1989).

Kata kunci: Wilhelm Dilthey; Geisteswissenschaften; Leben; Erlebnis;

Verstehen; ilmu-ilmu kemanusiaan.

Kata Kunci

Referensi

  1. Daftar Pustaka
  2. Literatur Primer
  3. • Dilthey, W. (1989). Introduction to the human sciences: An attempt to
  4. lay a foundation for the study of society and history (R. A. Makkreel & F.
  5. Rodi, Eds.). Princeton University Press.
  6. • Dilthey, W. (1996). Hermeneutics and the study of history (R. A.
  7. Makkreel & F. Rodi, Eds.). Princeton University Press.
  8. • Dilthey, W. (2002). The formation of the historical world in the human
  9. sciences (R. A. Makkreel & F. Rodi, Eds.). Princeton University Press.
  10. • Comte, A. (1853). The positive philosophy of Auguste Comte (H. Martineau, Trans. & Cond.). John Chapman.
  11. Literatur Pendukung dan Relevansinya
  12. • Makkreel, R. A. (1975). Dilthey: Philosopher of the human studies.
  13. Princeton University Press.
  14. Relevansi: dipakai sebagai penafsir utama untuk menjelaskan proyek
  15. Dilthey dan dasar ilmu-ilmu kemanusiaan.
  16. • Ermarth, M. (1978). Wilhelm Dilthey: The critique of historical reason.
  17. University of Chicago Press.
  18. Relevansi: dipakai untuk memperkuat pembahasan tentang kritik
  19. historis Dilthey dan batas positivisme.
  20. • Palmer, R. E. (1969). Hermeneutics: Interpretation theory in Schleiermacher, Dilthey, Heidegger, and Gadamer. Northwestern University Press.
  21. Relevansi: dipakai pada bagian hermeneutika dan pengaruh Dilthey
  22. terhadap tradisi hermeneutik modern.
  23. • Heidegger, M. (1962). Being and time (J. Macquarrie & E. Robinson,
  24. Trans.). Harper & Row.
  25. Relevansi: dipakai hanya pada bagian pengaruh Dilthey terhadap
  26. pemikiran Heidegger.
  27. • Gadamer, H.-G. (2004). Truth and method (J. Weinsheimer & D. G.
  28. Marshall, Trans.). Continuum.
  29. Relevansi: dipakai hanya pada bagian kelanjutan hermeneutika
  30. Dilthey dalam Gadamer.
  31. - Weber, M. (1949). The methodology of the social sciences (E. A. Shils &
  32. H. A. Finch, Trans. & Eds.). Free Press.
  33. Relevansi: dipakai hanya pada bagian pengaruh Dilthey terhadap
  34. ilmu sosial interpretatif.