Abstrak

Artikel ini membahas fenomena tekanan psikologis yang dialami banyak dewasa muda Indonesia, dalam rentang usia 20–25 tahun, akibat kebiasaan membandingkan diri dengan standar kehidupan yang ditampilkan di media sosial, seperti kepemilikan jam tangan mewah atau kendaraan pribadi. Meskipun belum memiliki barang-barang tersebut merupakan hal yang lazim pada tahap perkembangan usia ini, paparan konten yang menampilkan pencapaian materi secara konsisten kerap membuat individu merasa gagal, minder, bahkan mengarah pada gejala stres dan kecemasan. Menggunakan pendekatan studi kepustakaan atau kajian konseptual, artikel ini menganalisis fenomena tersebut melalui tiga kerangka teori, yaitu teori perbandingan sosial (Festinger, 1954), dramaturgi presentasi diri (Goffman, 1959), dan teori emerging adulthood (Arnett, 2000). Ketiga teori tersebut digunakan secara komplementer, di mana dua yang pertama menjelaskan mekanisme munculnya perbandingan sosial yang merugikan, sementara yang ketiga berfungsi sebagai kerangka penyeimbang yang menegaskan bahwa ketiadaan kemapanan materi pada usia 20–25 tahun bersifat normatif, bukan kegagalan personal. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial berfungsi sebagai ruang pertunjukan (front stage) yang dikurasi secara selektif, sehingga perbandingan yang terjadi bersifat tidak setara, namun kerap dipersepsikan sebagai representasi utuh kehidupan orang lain. Artikel ini merekomendasikan penguatan literasi media sebagai salah satu upaya mitigasi dampak psikologis dari fenomena tersebut, sekaligus membuka ruang bagi penelitian empiris lanjutan.

 

Referensi

  1. Allavudeen, A. F., & Jayanthi Rani, K. (2024). Adulting: Anxiety and fear of responsibilities faced by emerging adults in individualistic and collectivistic cultures. International Journal of Indian Psychology, 12(3), 2542–2553. https://doi.org/10.25215/1203.248
  2. Arnett, J. J. (2000). Emerging adulthood: A theory of development from the late teens through the twenties. American Psychologist, 55(5), 469–480. https://doi.org/10.1037/0003-066X.55.5.469
  3. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. (2024). Survei penetrasi internet Indonesia 2024. https://apjii.or.id/berita/d/apjii-jumlah-pengguna-internet-indonesia-tembus-221-juta-orang
  4. Festinger, L. (1954). A theory of social comparison processes. Human Relations, 7(2), 117–140. https://doi.org/10.1177/001872675400700202
  5. Goffman, E. (1959). The presentation of self in everyday life. Doubleday.
  6. Hogan, B. (2010). The presentation of self in the age of social media: Distinguishing performances and exhibitions online. Bulletin of Science, Technology & Society, 30(6), 377–386. https://doi.org/10.1177/0270467610385893
  7. Pohan, S., Munawwarah, P., & Sinuraya, J. S. B. (2023). Fenomena flexing di media sosial dalam menaikkan popularitas diri sebagai gaya hidup. Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media Sosial (JKOMDIS), 3(2), 490–493. https://doi.org/10.47233/jkomdis.v3i2.851
  8. Przybylski, A. K., Murayama, K., DeHaan, C. R., & Gladwell, V. (2013). Motivational, emotional, and behavioral correlates of fear of missing out. Computers in Human Behavior, 29(4), 1841–1848. https://doi.org/10.1016/j.chb.2013.02.014
  9. Sastra, I. L. A., Zia, S. H., Asyahid, M. F., & Damayanti, N. (2023). The role of social media usage on conspicuous online consumption among millennial consumers. Journal of Economics, Business, and Accountancy Ventura, 26(2), 180–194. https://doi.org/10.14414/jebav.v26i2.3508
  10. Trigg, A. B. (2001). Veblen, Bourdieu, and conspicuous consumption. Journal of Economic Issues, 35(1), 99–115. https://doi.org/10.1080/00213624.2001.11506342
  11. Veblen, T. (1899). The theory of the leisure class: An economic study in the evolution of institutions. Macmillan.
  12. Vogel, E. A., Rose, J. P., Roberts, L. R., & Eckles, K. (2014). Social comparison, social media, and self-esteem. Psychology of Popular Media Culture, 3(4), 206–222. https://doi.org/10.1037/ppm0000047
  13. Yerofeyeva, V. G., Wang, P., Yang, Y., Serobyan, A. K., Grigoryan, A. K., & Nartova-Bochaver, S. K. (2024). Shimmering emerging adulthood: In search of the invariant IDEA model for collectivistic countries. Frontiers in Psychology, 15, Article 1349375. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2024.1349375
  14. Zheng, X., Baskin, E., & Peng, S. (2018). Feeling inferior, showing off: The effect of nonmaterial social comparisons on conspicuous consumption. Journal of Business Research, 90, 196–205. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2018.04.041