Abstrak

Artikel ini mengkaji novela Animal Farm (1945) karya George Orwell sebagai alegori politik terhadap Revolusi Rusia dan kemerosotannya menjadi rezim otoriter di bawah kepemimpinan Joseph Stalin. Menggunakan pendekatan analisis tekstual-interpretatif, artikel ini memetakan korespondensi tokoh dan peristiwa dalam narasi terhadap figur dan kejadian historis, sekaligus mengidentifikasi pola struktural yang membuat kritik Orwell tetap relevan melampaui konteks Perang Dingin. Temuan menunjukkan bahwa mekanisme utama kemerosotan revolusi dalam Animal Farm bukan semata kekerasan fisik, melainkan kontrol naratif dan erosi bertahap terhadap prinsip-prinsip foundational tanpa pernah mencabutnya secara formal. Artikel ini berargumen bahwa pola tersebut bersifat struktural dan berpotensi terulang pada rezim atau ideologi apa pun apabila mekanisme akuntabilitas tidak dibangun secara permanen pascarevolusi.

Referensi

  1. Conquest, Robert. The Great Terror: A Reassessment. Oxford: Oxford University Press, 1990.
  2. Crick, Bernard. George Orwell: A Life. London: Secker & Warburg, 1980.
  3. Deutscher, Isaac. Stalin: A Political Biography. Oxford: Oxford University Press, 1949.
  4. Orwell, George. Animal Farm. Diterjemahkan oleh Bakdi Soemanto. Yogyakarta: Bentang Pustaka, 2026.
  5. Orwell, George. "Why I Write." Gangrel, no. 4 (1946).