Abstrak
Logika modal mengkaji modalitas seperti kemungkinan (possibility) dan keharusan (necessity)
dalam kerangka formal. Makalah ini mengeksplorasi prinsip-prinsip fundamental yang mengatur
operator kemungkinan dalam berbagai sistem logika modal, mulai dari sistem K yang paling dasar
hingga sistem S5 yang paling kuat, serta logika modal alternatif seperti logika modal epistemik,
deontik, dan temporal. Kami menelaah aksioma-aksioma yang mendefinisikan perilaku operator
kemungkinan, semantik dunia-dunia yang mungkin (possible worlds semantics), dan hubungan
aksesibilitas antar dunia. Analisis komparatif terhadap prinsip-prinsip di setiap sistem
menunjukkan bahwa perbedaan relasi aksesibilitas menghasilkan kalkulus kemungkinan yang
berbeda secara fundamental. Implikasi terhadap filsafat, ilmu komputer, dan linguistik turut
dibahas.
Kata Kunci
Referensi
- Blackburn, P., de Rijke, M., & Venema, Y. (2001). Modal Logic. Cambridge University Press.
- Chellas, B. F. (1980). Modal Logic: An Introduction. Cambridge University Press.
- Fagin, R., Halpern, J. Y., Moses, Y., & Vardi, M. Y. (1995). Reasoning About Knowledge. MIT Press.
- Kripke, S. A. (1963). Semantical considerations on modal logic. Acta Philosophica Fennica, 16, 83–94.
- Kripke, S. A. (1980). Naming and Necessity. Harvard University Press.
- Lewis, C. I., & Langford, C. H. (1932). Symbolic Logic. Dover Publications.
- Lewis, D. (1986). On the Plurality of Worlds. Blackwell.
- Segerberg, K. (1971). An Essay in Classical Modal Logic. Uppsala University.
- Zeman, J. J. (1973). Modal Logic: The Lewis-Modal Systems. Clarendon Press.