Paper The following article is Open access

MELIHAT PANDANGAN AQUINAS DAN DURKHEIM ATAS BERDIRINYAMORALITAS

and

EPISTEMEUS
EPISTEMEUS, 1, 1 Citation Ludwig Simangunsong et al 2026 EPISTEMEUS 1 1

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi fondasi epistemologis dan ontologis dari moralitas melalui analisis
komparatif antara dua paradigma besar: teologi skolastik yang diwakili oleh Thomas Aquinas
dan sosiologi makro modern yang diwakili oleh Émile Durkheim. Pertanyaan fundamental
mengenai mengapa manusia patuh pada kaidah moral dan apa yang menjadi sumber otoritas
moralitas tersebut kerap terjebak pada dikotomi antara kepatuhan rasional-ilahi dan
determinisme sosial. Melalui studi pustaka dan pendekatan komparatif, tulisan ini membedah
dan membandingkan bagaimana Aquinas meletakkan moralitas sebagai bentuk partisipasi
akal budi manusia dalam tatanan abadi Tuhan, dengan pandangan Durkheim. Hasil analisis
menunjukkan bahwa meskipun keduanya berangkat dari titik tolak yang diametral, otoritas
transendental pada Aquinas dan otoritas imanen pada Durkheim, keduanya memiliki titik
temu fungsional yang krusial: penolakan terhadap individualisme radikal. Bagi keduanya,
moralitas adalah entitas yang berada di atas ego personal; berfungsi untuk mengarahkan
individu pada pemenuhan kodrat spiritual menuju kebaikan tertinggi menurut Aquinas, dan
integrasi sosial untuk menjauhkan masyarakat dari disintegrasi menurut Durkheim. Dialog
lintas batas ini menawarkan kerangka reflektif untuk membaca krisis moralitas dan otoritas di
era sekuler kontemporer.

Keywords

Moralitas, Thomas Aquinas, Émile Durkheim, Hukum Alam, Fakta Sosial, Kesadaran Kolektif.

Aquinas, T. (1947). Summa theologica (Fathers of the English Dominican Province, Trans.).

Christian Classics Ethereal Library

Bhattacherjee, A. (2012). Social science research: Principles, methods, and practices (Ed.

ke-2). Global Text Project. https://scholarcommons.usf.edu/oa_textbooks/3/

Carls, P. (n.d.). Émile Durkheim. Internet Encyclopedia of Philosophy.

https://iep.utm.edu/durkheim/

Durkheim, É. (2014). The Division of Labor in Society (W. D. Halls, Trans.). Free Press.

(Original work published 1893).

Durkheim, É. (1961). Moral education: A study in the theory and application of the sociology

of education (E. K. Wilson & H. Schnurer, Penerj.). The Free Press. (Karya asli

diterbitkan 1925). Internet Archive.

https://archive.org/details/moraleducationst0000durk

Durkheim, É. (1965). The elementary forms of the religious life (J. W. Swain, Penerj.). The

Free Press. (Karya asli diterbitkan 1912). Internet Archive.

https://archive.org/details/elementaryformso00durk

Durkheim, E. (1982). The rules of sociological method (S. Lukes, Ed.; W. D. Halls, Trans.).

The Free Press

Floyd, S. (n.d.). Thomas Aquinas: Moral philosophy. Internet Encyclopedia of Philosophy.

https://iep.utm.edu/aq-moral/

Internet Encyclopedia of Philosophy. (n.d.-a). Comparative philosophy.

https://iep.utm.edu/comparat/

Internet Encyclopedia of Philosophy. (n.d.-b). Ethics. https://iep.utm.edu/ethics/

Rousseau, J.-J. (n.d.). The social contract (G. D. H. Cole, Penerj.). Project Gutenberg. (Karya

asli diterbitkan 1762). https://www.gutenberg.org/ebooks/46333

The Catholic Encyclopedia. (1911). The natural law. New Advent.

https://www.newadvent.org/cathen/09076a.htm